» » » Bukti Ilmiah, Jadi Jomblo Ternyata Lebih Menguntungkan

Sejumlah studi baru-baru ini juga mengatakan bahwa orang yang melajang tidak hanya mendapatkan waktu untuk sendiri, tapi juga mendapat manfaat dari situ.Seorang psikolog di University of California Santa Barbara, Bella DePaulo, menganjurkan hidup melajang dan melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk mempresentasikan temuannya ini, yang dikatakannya sering diabaikan oleh komunitas psikolog yang lebih besar. Dia menyebut hidup melajang adalah kebahagiaan abadi baginya.

angan keburu menyesali diri jika belum menemukan pasangan memasuki Valentine's Day nanti, karena sebuah riset ilmiah menemukan bahwa menjadi jomblo atau melajang memberikan segudang manfaat. Waktu untuk sendiri (me time) adalah salah satunya.

Sarkisian dan Gerstel menulis dalam laporannya, melajang dapat meningkatkan hubungan baik pada wanita dan pria.


Orang lajang cenderung lebih bugar

Dalam sebuah survei pada lebih dari 13.000 orang berusia antara 18-64 tahun, para peneliti menemukan bahwa mereka yang lajang dan tidak pernah menikah akan berolahraga lebih sering setiap minggu dibandingkan dengan mereka yang menikah dan sudah bercerai.

Orang lajang cenderung punya jaringan sosial yang lebih kuat

Di tahun 2015, ilmuwan sosial Natalia Sarkisian dan Naomi Gerstel menemukan bahwa orang-orang lajang tidak hanya lebih sering menggapai jaringan sosial mereka, tapi juga cenderung memberikan dan menerima bantuan dari orang-orang itu lebih dari orang-orang yang menikah.


Sebuah studi di tahun 2015 dalam jurnal Social Science and Medicine membandingkan indeks massa tubuh dari sekitar 4.500 orang di sembilan negara Eropa dan menemukan bahwa orang yang melajang memiliki, rata-rata sedikit indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan mereka yang menikah.

Orang lajang dapat lebih mengembangkan diri dan mendapatkan manfaat dari waktu sendiri
Beberapa studi telah mengaitkan kesendirian dengan berbagai manfaat, seperti peningkatan rasa kebebasan dan tingkat kreativitas serta keintiman yang lebih tinggi. Seorang psikoterapis Amy Morin mengatakan, waktu sendiri juga membantu orang untuk lebih produktif.

"Waktu sendiri bukan berarti harus kesepian. Ini bisa menjadi kunci mengenali diri lebih baik," ujar Morin kepada Business Insider seperti dikutip laman The Independent.

Namun, tetap saja DePaulo mengakui bahwa riset pada manfaat menjadi lajang masih kurang. Saat menyisir 814 studi pada orang-orang lajang, dia menemukan bahwa kebanyakan hanya menggunakan lajang sebagai kelompok pembanding untuk mempelajari mengenai orang yang menikah, bukan lajang itu sendiri.

Dalam sebuah presentasi di tahun 2016 untuk American Psychological Association, DePaulo mempresentasikan bukti bahwa orang lajang cenderung memiliki rasa keteguhan diri yang lebih kuat dan kemungkinan besar mengalami perkembangan dan pertumbuhan psikologis dibandingkan sebaya mereka yang menikah.

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post