» » » Lebih Cepat dari Galaxy S8, Fitur Xiaomi Mi6 Ini Tidak Ada di HP Xiaomi Sebelumnya

Xiaomi akan meluncurkan flagship terbaru mereka di tanggal 19 April 2017. Bahkan sebelum itu terjadi, kita sudah banyak mendapatkan bocoran informasi mengenai Android yang paling ditunggu dari Xiaomi ini.
Berikut beberapa update fitur Xiaomi Mi6 yang akan membuat smartphone ini makin menggoda untuk dimiliki.

Tombol Home + Sensor Fingerprint dengan Dukungan Gesture
Rumor terbaru menyebutkan jika tombol Home, sekaligus sensor sidik jari pada Xiaomi Mi6 akan memiliki fitur dukungan gesture. Dengan kata lain, kalian bisa memasukkan perintah seperti menyapukan jari ke kiri, kanan, atas atau bawah pada bidang tombol Home tersebut untuk mengeksekusi beragam fungsi tambahan selama berinteraksi dengan antar mukanya.

Fitur semacam ini bukan hal baru, karena sebelumnya vendor seperti Lenovo sudah memasukkannya sejak lama melalui beberapa seri mereka, seperti P1 Turbo dan Z2. Saudara “seperguruannya”, Motorola melalui seri terbarunya, Moto G5 dan G5 Plus juga memiliki trik yang sama.

Kami menduga fitur ini akan membantu kalian selama berinteraksi dengan MIUI-nya Xiaomi yang memang memiliki kustomisasi mendalam. Seperti, dengan menyapukan jari dari atas ke bawah untuk memunculkan kolom notifikasi, atau beralih antara satu aplikasi dengan lainnya. Seperti sebelumnya, mengapit tombol Home ada tombol Recent App di sisi kiri, dan tombol Back di sisi kanan.

Hilangnya Port Audio
Seperti apa sih tombol Home Xiaomi Mi6? Lihat bocoran foto di atas, yang merupakan penampakan terbaru Xiaomi Mi6 (varian yang Plus). Apa yang bisa kita dapatkan dari foto tersebut? Memang sisi atasnya (sengaja) ditutup, untuk mencegah tuduhan membocorkan identitas smartphone ini, namun inilah Xiaomi Mi6 Plus.

Layarnya jelas, tidak melengkung pada sisi kiri dan kanan seperti Samsung Galaxy S8 (yang menurut kami juga justru akan menyusahkan pengoperasian), namun cukup sedikit melengkung, atau biasa disebut berlapis kaca 2.5D.

Kemudian tombol Home-nya, terlihat berbeda dari apa yang penulis temui dalam Xiaomi Mi5s. Tombol ini dikelilingi bingkai yang agak menonjol, dan mengingatkan kami pada tombol Home-nya pada beberapa seri Oppo dan OnePlus (well, keduanya memang datang dari satu pabrikan). Sekilas, memang mengindikasikan itu tombol fisik, bisa ditekan, bukan sekadar sentuh seperti pada Xiaomi Mi5s. Namun pada kenyataannya, tombol Home tersebut tidak bisa ditekan, hanya bisa disentuh saja. Dan ya, karena tidak bisa ditekan, sensor fingerprint-nya berjenis Ultrasonic, seperti pada Xiaomi Mi5s, iPhone terbaru, dan juga, Samsung Galaxy S terbaru.

Di bawahnya, ada port USB Type-C, speaker (yang meskipun ada lua sisi lubangnya, yang satu pasti hanya untuk menyembunyikan mic), namun tidak ada port audio 3.5mm. Ya, relakan saja heaset Xiaomi Piston yang mahal milik kalian itu, atau, membeli konverter USB Type-C ke audio 3.5mm. Imbasnya, kalian tidak bisa men-charge smartphone ini sambil mendengarkan musik via headset.

Kembalinya fitur Infrared
Well, sebenarnya kami tidak terlalu peduli sih, namun ketika Xiaomi Mi5s dikonfirmasikan dan membuang port infra merah yang ada dalam Xiaomi Mi5, banyak yang menjadikan hal itu sebagai bahan untuk menjatuhkan Xiaomi Mi5s (termasuk absennya optical image stabilizer pada kameranya).

Xiaomi sepertinya paham dan tidak ingin hanya karena port infra merah ada yang menganggap Xiaomi Mi6 ini penurunan dari Mi5. Port infrared dikembalikan, seperti terlihat pada bocoran foto Xiaomi Mi6 Plus di atas. Sayagnya, foto tersebut juga menegaskan, juga tidak ada port audio di sisi atas smartphone ini.

Lebih Cepat dari Galaxy S8!
Xiaomi Mi6 juga sudah muncul beberapa data hasil benchmark-nya. Seperti melalui aplikasi Geekbench, yang menguji sekencang apa chipset Snapdragon 835 racikan Xiaomi untuk Mi6 ini. Dan hasilnya memang mengagumkan, bahkan, lebih cepat dari varian Exynos Galaxy S8 yang dijual di Indonesia.

Pengujian seperti hasilnya tertera pada gambar di atas dilakukan pada Xiaomi Mi6 Plus (karena RAM-nya jelas terteta 6GB). Menggunakan chipset Qualcomm MSM8998 Snapdragon 835, Xiaomi Mi6 Plus menghasilkan nilai 2006 pada single-core test, dan 6438 pada multi-core test. Hasil yang sangat tinggi, dan bahkan itu dicapai menggunakan prosesor Snapdragon 835 yang clock speed-nya belum maksimal.

Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S8 dengan prosesor Exynor (ini yang dijual resmi di Indonesia), data hasil benchmark Geekbench mencatatkan nilai 1,945 untuk single-core test, dan 6,312 pada multi-core test. Galaxy S8 versi Exynos 8895 diperkuat dengan GPU Mali-G71MP20, dan ternyata pengukuran kinerjanya masih di bawah Snapdragon 835 dalam Xiaomi Mi6.

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post