» » » Go-Jek Raih investasi baru sebesar 7,2 Triliun

Perusahaan peranti lunak Gojek meraih pendanaan tahap baru yang fantastis nilainya, sebesar US$550 juta atau Rp7,2 triliun, dari sejumlah investor yang dipimpin oleh KKR & Co., dan Warburg Pincus, demikian pernyataan bersama para investor yang berpartisipasi.

Aplikasi transportasi Indonesia, Go-Jek berhasil meraih pendanaan baru untuk melanjutkan operasi mereka di Tanah Air. Tidak main-main, nilai investasi ini mencapai jumlah angka yang cukup fantastis, yaitu sebesar US$550 juta, atau setara dengan Rp7.2 Triliun.

Pendanaan ini datang dari seuhah konsorsium investor baru yang dipimpin oleh KKR & Co., dan Warburg Pincus. Tercatat Farallon Capital Management, Capital Group Private Markets, dan sejumlah investor internasional lain, ikut berpartisipasi dalam putaran investasi ini.

Selain investor baru, para penanam saham sebelumnya dikabarkan kembali ikut dalam pendaan ini. Mereka yang dikabarkan kembali menanamkan dana mereka di Go-Jek antara lain Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, dan Formation Group.

“Kami sangat bersemangat untuk dapat bekerja sama dengan mitra kelas dunia. KKR, Warburg Pincus, Farallon, Capital Group, dan partisipan lain pada penggalangan dana ini tidak hanya menghadirkan pengalaman global pada sektor TMT (Technology, Media & Telecommunications), namun mereka juga mitra lokal yang berpengalaman,” ujar CEO dan co-founder Go-Jek, Nadiem Makarim dalam keterangan resmi.

Selain itu, Go-Jek juga akan menggunakan dana itu untuk memenangkan kompetisi persaingan keras dengan Uber dan Grab, dua startup yang juga menyediakan layanan jaringan transportasi berbasis ponsel di Indonesia.

Nadiem juga menjelaskan, dana investasi tersebut akan digunakan untuk meningkatkan skala operasi, mengembangkan layanan Go-Jek. Pengembangan tersebut meliputi faktor sistem pembayaran, pengiriman makanan, jasa kurir serta layanan antar penumpang reguler.

Investasi ini turut mendongkrak nilai perusahaan yang resmi meluncurkan aplikasinya pada awal tahun 2015 ini. Walau menolak untuk mengungkapkan nilai perusahaannya, diperkirakan Go-Jek kini bernilai USD1,2 miliar setelah mendapatkan investasi tersebut.

Head of Southeast Asia Warburg Pincus, Jeffrey Perlman, dalam keterangan resminya mengatakan bahwa aplikasi Go-Jek telah diunduh sebanyak 20 juta kali hingga akhir Juni 2016. Jumlah pesanan tercatat sebanyak 20 juta pada bulan Juni saja. Itu berarti, terjadi delapan pesanan setiap detiknya pada bulan Juni lalu. Pesanan tersebut mencakup transportasi, makanan, logistik, dan pembayaran.

Saai ini, Go-Jek dilaporkan telah memiliki 200.000 pengemudi motor dan mobil. Merchant Go-Food tercatat sebanyak 35.000, masih ditambah dengan 3.000 penyedia layanan lain.

Sementara itu, Grab selaku rival terberat Go-Jek, pada bulan lalu mengumumkan kerja sama dengan Lippo Group untuk menyediakan platform mobile payment. Sejauh ini Grab telah memperoleh pendanaan sebesar 700 juta dollar AS dari investor seperti SoftBank Corp, China Investment Corp, dan Temasek Holdings.

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post