» » » Mengulas bangunan tua yang ada di Jakarta

Akhir pekan ini paling asik mengulas tentang bangunan tua yang ada di Jakarta ya friend, Menurut ulasan yang dikutip dari Indika FM, dan jika ingin merasakan suasana Jakarta tempo dahulu, pijakkan kaki ke kawasan wisata satu ini. Kota Tua Jakarta atau dikenal juga dengan sebutan Batavia Lama (Old Batavia), menyimpan sederet bangunan lawas yang mempesona.

Di Kota Tua Jakarta, jenis bangunan terbagi menjadi empat tipologi, yakni bangunan masyarakat kolonial Eropa (Colonial Indische, Neo-Klasik Eropa, Art Deco, dan Art Noveau), bangunan masyarakat China (gaya China Selatan dan campuran dengan gaya kolonial Eropa), bangunan masyarakat pribumi (kolonial indiche), dan bangunan modern Indonesia (international style).

Menuju Kota Tua Jakarta, wisatawan bisa memanfaatkan dua moda transportasi utama. Pertama, menggunakan kereta Commuter Line dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Kedua menggunakan bus TransJakarta koridor satu Blok M-Kota. Dari stasiun dan halte, turis dapat berjalan kaki menyusuri Kota Tua.

Perjalanan di kawasan Kota Tua dimulai dari Museum Keramik. Pengunjung bisa membeli tiket yang loketnya berada di depan gerbang. Cukup murah, Rp5.000 untuk orang dewasa, dan Rp3.000 untuk anak-anak. Menyusuri dari pintu masuk di sebelah kiri, pengunjung diajak melihat berbagai penjelasan mengenai asal usul keramik di Indonesia. Kondisi bangunan cukup terawat. Tidak ada cat yang luntur, toilet bersih dan disediakan musala.

Setelah dari museum keramik, perjalanan dilanjutkan ke Museum Fatahilah. Saat sampai di pintu masuk, pengunjung diminta mengganti alas kaki dengan sandal yang sudah disediakan pihak museum. Kemegahan gedung yang dibangun pada 1620 oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen itu sangat terasa, didominasi warna putih dan cokelat.

Di sini, pengunjung diajak lebih mengenal sejarah Jakarta lebih dekat. Mulai dari kedatangan Portugis, Inggris hingga Belanda. Tiket masuk museum juga sangat murah, yakni Rp5.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

Bangunan yang awalnya diperuntukkan sebagai balai kota atau dalam Bahasa Belanda disebut Stadhuis ini terdiri dari dua lantai. Lantai satu lebih memperlihatkan lukisan dan keterangan tentang sejarah Jakarta. Lantai dua berisi kursi, meja, lemari, cermin dan perabotan rumah. Pengunjung dilarang menyentuh barang-barang itu. Dari balik jendela Museum Fatahilah, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar kawasan Kota Tua.

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post