» » » Yamaha V-Ixion Club Indonesia (YVCI) Kalsel Punya Tim Balap dan Aktif Freestyle

BINUANG - Di dalam komunitas motor ada banyak kreatifitas dan passion yang dibangun oleh anggotanya. Dan yang tetap berkaitan dengan motor, ada yang mengasah skill balap dan freestyle.

Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) yang memayungi komunitas-komunitas motor Yamaha se-Indonesia, punya banyak kreatifitas seperti itu. Contohnya Fakhrizal Ruzani member YVCI (Yamaha V-Ixion Club Indonesia) LV Pelaihari (Kalimantan Selatan) yang aktif di balapan dan Argo Mego Anggoro dari YVCI Seribu Sungai (Kalimantan Selatan).

Rizal owner tim YVCI LV Racing yang biasanya dengan rider Herry Eko yang juga member YVCI LV, tampil di Motoprix, Indoprix (sekarang Indonesia Road Racing Championship) menggunakan V-Ixion di kelas supporting race. Sedangkan di Kejurda terjun di kelas utama.

Di sirkuit Balipat, Binuang Banjarmasin saat digelar seri penutup (IRRC) Minggu 22 November 2015 lalu, tim YVCI LV Racing juga berpartisipasi namun kelasnya tidak jadi dilombakan karena jumlah peserta tidak memenuhi kouta yang ditentukan.

"Di tim YVCI LV Racing saya sebagai mekanik. V-Ixion yang kami pakai gampang setting karena sudah injeksi, kencang dan awet. Untuk racing kami pakai yang keluaran tahun 2009. Perawatan mudah dan sparepart gampang dicari," ujar Rizal yang juga guru SMK Negeri 2 Pelaihari jurusan Teknik Kendaraan Umum.Lain pula dengan Argo Mego Anggoro dari Yamaha V-Ixion Club Indonesia (YVCI) Seribu Sungai. Sejak duduk di bangku SMP, Argo sudah mulai menunjukkan skill freestyle. Di tahun 2011, pemuda berusia 23 tahun itu memutuskan untuk menekuninya secara profesional sampai sekarang berlanjut. Setia bersama V-Ixion, Argo menungganginya di kejuaraan-kejuaraan dan tampil sebagai bintang tamu dalam event.

”Freestyle dengan V-Ixion saya tekuni jadi profesi serius sejak 2011. Saya ikut kompetisi masih di kelas pemula di berbagai kota dan sempat jadi bintang tamu di Yamaha Motor Show tahun ini. Biasanya pakai V-Ixion, kecuali di Yamaha Motor Show saya pakai MT-25,” papar Argo.

Keseriusannya menjajal dunia freestyle dibuktikan dengan mendapatkan beberapa peringkat yang bagus di kejuaraan yang diikutinya. Argo pun sepenuhnya menjawab tantangan, meskipun seperti yang pernah dijalaninya dia harus naik kapal berhari-hari dari Kalimantan ke Papua untuk ikut dalam sebuah kejuaraan dengan biaya sendiri. ”Untungnya saya dapat peringkat tiga jadi uang hadiah bisa nutupin uang yang dikeluarkan untuk ikut kompetisi itu,” ucap Argo.

Dengan V-Ixion, Argo merasa percaya diri. V-Ixion yang dipakainya sama sejak tahun 2013. ”Tangguh, kuat, power bagus, cocok untuk gaya-gaya atraksi freestyle,” beber pemuda yang masih kuliah itu.

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post