» » » Twitter Peringatkan Pengguna yang Disadap Pemerintah

Twitter mengeluarkan peringatan untuk beberapa pengguna akan kemungkinan adanya penyadapan atau peretasan yang dilakukan oleh hacker yang disponsori oleh pemerintah. Peretasan dilakukan kemungkinan untuk mendapatkan data sensitif dari akun milik pengguna dan beberapa informasi sensitif lainnya.

Seperti yang dikatakan oleh Twitter lewat situs resminya, hacker ini menargetkan sebagian kecil akun pengguna Twitter. Namun pihak Twitter tidak menyebutkan bahwa proses penyadapan ini berkaitan kasus apa, apakah terkait ancaman serangan atau kemungkinan tersangka dalam penyelidikan polisi.

Pemberitahuan dari Twitter itu tentu merupakan sebuah "tamparan" keras bagi situs micro blogging tersebut, yang nyatanya masih terlalu takut untuk menegakkan prinsip anti penyadapan, bahkan oleh negara sekalipun. Hal ini benar-benar ironis, di tengah kekhawatiran publik tentang serangan cyber oleh organisasi dan hacker yang disponsori negara.

Motherboard, sebuah situs berita teknologi, dan Financial Times, sebelumnya pun melaporkan terkait  peringatan Twitter ini. Salah satu organisasi nirlaba Winnipeg, mengatakan bahwa pihaknya menerima peringatan dari Twitter pada hari Jumat (11/12). Pemberitahuan yang diberikan oleh Twitter itu mengatakan bahwa "Hacker kemungkinan telah mencoba untuk mendapatkan informasi dari akun Twitter Anda, yang berusaha mendapatkan data sensitif milik Anda seperti alamat email, alamat IP, dan / atau nomor telepon milik Anda".

Meski telah menerima pemberitahuan dari Twitter ini, pengguna Twitter mengatakan bahwa mereka melihat "tidak ada dampak yang nyata dari serangan ini". Semua fitur Twitter tetap dapat dibuka dan dijalankan dengan baik, seperti biasa.

Sebelumnya, Google dan Facebook juga sudah mulai mengeluarkan peringatan akan resiko peretasan kepada beberapa penggunanya yang kemungkinan ditargetkan oleh hacker yang disponsori negara. 

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post