» » » Waspadai Risiko Diabetes Akibat Jetlag Sosial

 Jetlag sosial alias bangun lebih awal di hari kerja dan tidur lebih lama di waktu libur bukan cara yang tepat untuk beristirahat. Sebuah studi menunjukkan, kebiasaan rutin tidur yang terganggu akan meningkatkan risiko diabetes, Jumat, 20 November 2015.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam “Journal of Clinical Endocronology & Metabolism” itu, para peneliti melibatkan 447 orang laki-laki dan perempuan berusia 30-54 tahun. Mereka ini rata-rata bekerja 25 jam per minggu di luar rumah.
Di tubuh mereka dipasangi alat yang merekam waktu tidur dan pergerakan 24 jam per harinya. Tak hanya itu, partisipan juga diminta mengisi kuesioner untuk mengetahui kebiasaan olahraga dan makan.

Hasil studi memperlihatkan, hampir 85 persen partisipan tidur lebih lama saat libur ketimbang di hari kerja.Padahal kondisi yang disebut jetlag sosial ini menyebabkan kolesterol memburuk, mempercepat level insulin, memperbesar lingkar pinggang, dan meningkatkan indeks massa tubuh. 

"Jetlag sosial merujuk pada tak cocoknya ritme sirkadian biologis individu dengan jadwal tidurnya. Para peneliti menemukan, kondisi ini berhubungan dengan risiko obesitas dan beberapa indikator fungsi kardiovaskular," kata penulis studi, Patricia Wong, dari Universitas Pittburgh.
Jetlag sosial berkontribusi pada sejumlah masalah metabolis. Inilah yang kemudian berhubungan dengan munculnya obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Demikian seperti dilansir WebMD.

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post