» »Unlabelled » Keindahan Kerajaan Kupu-Kupu Taman Nasional Bantimurung menjadi pilihan kedua tempat wisata

BANTIMURUNG, berasal dari kata “Benti Merrung” yang berarti air yang bergemuruh. Nama tersebut diberikan oleh Patahoeddin Daeng Paroempa, Pria yang diangkat menjadi Raja atau Karaeng Simbang, Kabupaten Maros, pada sekitar tahun 1923. Kerajaan Simbang merupakan salah satu distrik adat Gemenschaap yang berada dalam wilayah kerajaan Maros. Distrik ini dipimpin oleh seorang bangsawan lokal bergelar “karaeng”. 

Salah satu keunikan pada tempat wisata ini adalah sebuah kupu-kupu raksasa dengan sayap terkembang, Kupu-kupu tersebut dibuat secara artistik di atas pintu gerbang kawasan wisata dan Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Alfred Russel Wallace pada sekitar 1857, menjuluki kawasan ini sebagai “The Kingdom of Butterfly” atau Kerajaan Kupu-kupu. 

Yang menjadi ciri khas dari taman Nasional ini adalah adanya kupu-kupu yang hanya muncul pada bulan-bulan tertentu. Misalnya Graphium androcles yang hanya dapat ditemukan pada bulan Agustus. Kemudian Papilio Blumei yang hanya berterbangan pada pada bulan Mei. Salah satu ”Kupu-kupu terbesar di Batimurung adalah kupu-kupu raja yang memiliki lebar sayap sekitar 15 sentimeter. Kupu-kupu ini bisa hidup selama 6 minggu,”.

Selain wisata kupu-kupu, ternyata Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga memiliki berbagai potensi wisata. Diantaranya adalah Tarsius, primata terkecil di dunia. ”Ada gua terdalam di dunia ‘leang pute’ sedalam 275 meter,” Taman Nasional ini juga memiliki Karst terluas setelah Cina, Karst Maros Pangkep yang dimiliki pada taman ini memiliki luas ±47.000 Ha. Karst tersebut menjadi terluas kedua setelah Cina.

Selain pemandangan alam yang paling indah, didalam taman ini terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.

Download our Apps on Android

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post